Sejarah Nagari


  • Sejarah Nagari

Dengan lahirnya perda provinsi Sumatera Barat nomor :09 tahun 2000 tentang pokok-pokok pemerintahan Nagari serta ditindak lanjuti dengan Perda Kabupaten Pesisir Selatan Nomor 17 tahun 2001 tentang pokok-pokok pemerintahan Nagari (yang di perbaharui melalu perda Kabupaten Pesisir Selatan nomor : 08 tahun 2007), maka berubahlah bentuk pemerintahan terendah di Provinsi Sumatera Barat dari pemerintah Desa menjadi Pemerintahan Nagari.

 

Nagari Amping Parak salah satu adalah salah satu kenagarian dalam Bandar sepuluh yang berada didalam dearah Kecamatan Batang Kapas , Kabupaten pesisir Selatan, yang terletak dan diapit oleh Nagari Surantih di utara dengan Nagari Kambang di sebelah Selatan adalah salah satu Nagari Bandar sepuluh dan susunan Pemerintahan adalah Rajo – rajo di dalam kekalarasan Koto Piliang

Batas sepadan Nagari Amping Parak

  1. Sebelah Utara dengan Nagari Surantih.
  2. Mulai dari laut dengan kaki bukit Batu Mandamai sebelah kebalik ujung (dahulunya dengan Gunung Rajo )
  3. Kelok jalan besar dari Alai ke Sungai Sirah, terus kepuncak Gunung Girik
  4. Terus ke hulu,dengan kayu Gadang,bukik aur,Batas Koto Tinggi, Puncak Pendakian Kayu Aro, langgai dan Gunung Haraimau
  5. Sebelah Selatan Dengan Nagari Kambang
  6. Mulai dari Laut dengan Pinago Baselo, terus ke bukit Carano
  7. Sebelah Kehulu dengan Bukit Sarang Anggang

Nagari Amping Parak dalam pemerintahan menurut adat di bagi dalam 2 bagian yaitu

  1. Daerah “ Berdakung Mudik “

Yang disebut juga dengan Koto NanTigo :

  1. Koto Ranah
  2. Koto Tinggi
  3. Sungai Kumbang
  4. Daerah “Badakuang Hilir “

Daerah di Bagi dua Pula

  1. Limbur Pasang Mudik

Limbur Pasang Mudik meliputi daerah Padang Bajakan, Taratak paneh, Sikabu, Sungai Jukuik Tanjung Gadang dan Bukik Kaciak.

  1. Limbur Pasang Hilir

Limbur pasang Hilir adalah  daerah yang meliputi dari Koto Tarok, Sampai ke hilir,Padang Laweh, Pasar Amping Parak, Alai,Padang Tae dan Ujung Air.

Yang disebut daerah Limbur Pasang adalah daerah yang terletak apabila Pasang Naik ( Pasang Anak bulan ), air Batang Amping Parak yang mengalir melalui daerah tersebut atau terletakse hamparan dengan daerah tersebut juga ia mendapat limbuhan / desakan dari air laut yang masuk ke muara batang air Amping Parak.

PENDUDUK NAGARI AMPING PARAK

Sebagaimana di sebutkan di dalam kata – kata adat Minang Kabau ,Bahwa Nagari Ba-Ampek suku, suku babuah paruik , bahwa setiap Nagari di dalami oleh orang –orang  yang tergolong dalam keturunan daerah dari empat suku induk dan di Nagari Amping Parak adalah

  1. SUKU MELAYU EMPAT NINIAK yang terdiri dari
  2. Melayu Tangah
  3. Melayu Koto Kaciak
  4. Melayu Bariang
  5. Melayu Durian
  6. SUKU KAMPAI EMPAT TUAH LAMBUNG (PARUIK)Yaitu terdiri dari
  7. Kampai Tangah
  8. Kampai Sawah Laweh
  9. Kampai Niur Gading
  10. Kampai Bendang
  • SUKU PANAI TIGO IBU Yaitu terdiri dari
  1. Panai Tangah
  2. Panai Lundang
  3. Panai Tanjung
  4. TIGO LAREH NAN BATIGO Yaitu terdiri dari
  5. Sikumbang
  6. Jambak
  7. Caniago

 

STRUKTUR PEMERINTAHAN NAGARI MENURUT ADAT

            Struktur pemerintahan Nagari Amping Parak menurut adat di pegang oleh seorang RAJO, yang di panggildengan nama TUANKU, yang di bantu oleh empat orang penghulu dari suku melayu empat buah Paruik , yang di sebut SANDI RAJO ,empat orang penghulu pucuk dari nan Ampek, serta SANDI PENGHULU ,atau disebut juga penghulu Andiko,dari Ka-ampek suku  yang di dalam Nagari Amping Parak dan begitu juga diikutsertakan kaum ulama yang disebut KAUM SARAK, IMAN dan KHATIB.

            Rajo tumbuh secara turun – temurun dan suku empat buah puruik dan di utamakan dalam parik SUTAN , dan apabil dalam paruik SUTAN tidak ada yang mungkin menjadi Rajo,maka diambilkan dari Paruik BANDARO, dan jika dalamBANDARO tidak ada yang patut,maka diambilkan dari paruik BAGINDO dan apa bila dari ketiga paruik tersebut tidak ada yang patut menjadi pucuk pimpinan Nagari maka diambilkan dari suku NAN AMPEK. Yang diutamakan ada hubungan dengan kaum Rajo seperti anak Pisang ataupun cucunya.Didalam hal ini sudah terjadi dua tiga kali.Diantaranya BAGAK dengan nama SUTAN HIDAYAT dengan gelar MARAH BATUAH dari suku caniago,mati dan berkubur di Pasar Amping Parak.

            Untuk suku nan empat yang berhakmenjadi RAJO adalah sebagai berikut

  1. KAUM MELAYU EMPAT BUAH PERUT
  1. PARAUIK BANDARO kalau gelaran paruik inimenjadi Rajo , maka bergelar TUANKU BANDARO LELO ALAM dan di ketahui paruik ini baru 2 kali menjadi rajo yaiti
  2. Rajo yang ke -6 GANDO ALAM yang bergelar TUANKU BANDARO LELO ALAM berkubur di Koto Baru dekat tapian Sasek
  3. Rajo yang ke -12 MOHAMD SAHUR yang bergelar TUANKU BANDARO LELO ALAM yang berkubur di Psar Amping Parak pada tanggal 28 oktober 1965 yang merupakan kepala Nagari terkhir yang memerintah di Nagari Amping Parak, karena setelah kemerdekaan system Pemerinthan Nagari Sumatera Barat deganti dengan Pemerinthan Wali Nagari dan di bawahnya wali kampong
  4. KAUMBAGINDO kalau kaumini menjadi Rajo, maka gelar TUANKU BAGIBNDO MULIA dan kaum ini belum pernah mejabat sebagai secara bergeliran yang di mufakati sebagai Rajo dan kebetulan ATAP gelar BAGINDO ALI di tunjuk sebagai wakil kepala Nagari Amping Parak, yang menunggu di pilihnya Pengganti TUANKU MARAH DJANUN yang wafat di Padang tahun 1941.
  5. PERUT SUTAN kalau kaum ini menjadi RAJO, maka ia di beri gelar TUANKU BAGINDO SUTAN BASA ( Besar ) dan memang sudah menjadi ketentuan bahwa dari perut SUTANyang di utamkan menjadi Kepala Pemerintahan Nagari Amping Parak dan sepanjang diketahui bahwa dari daru Parui SUTAN sudah 6 kali menjadi Rajo. Mulai dari yang pertama TUANKU NAN BADAGOK PUTIH, begelar Tuanku Bagindu Sutan besar yang ber kubur di bukit Gobah, ujung Bukit Gintan. Dan yang ke Sepuluh (10) adalah SUTAN DJAMAT bergelar tuanku BAGINDO SUTAN BESAR yang berkubur di Balai Lamo Pasar Amping Parak
  6. PERUT IMAM SAMBA yang bergelar BAGINDO RAJO dan bertugas sebagai IMAM ( Atau ikitan orang banyak ) dalam melakukan penyebuhan sewaktu raja di nobatkan.

Siapa menjadi Rajo didalam suku melayu, maka diamenjadi penghulu pucuk dalam kaum suku melayu empat buah perut, yang didalamnya di dibantu oleh 4 (empat) orang penghulu yang di sebut SANDI RAJO yang sedrajat dengan penghulu pucuk yaitu :

  1. Bandaro Alam
  2. Bagindo Ali
  3. Bagindo Rajo

Kerena Agama Islam telah berkembang dengan pesat ,maka diikut sertakan pula para ulama yang di sebut sebagai” Barampek dalam Syarak “ yang artinya seorang ulama yang diambilkan dari kaum melayu empat buah perut yang di sebut juga kali Rajo dengan gelar KALI BRAHIM, selaku pucuk dalam syarak.

Kedudukan Rajo berada di daerah “ BADANGKUANG HILIR “ keran perhubungan kedaerah serasa suli maka RAJO selaku Kepala Pemerinthan membagi 2 (dua ) daerah yaitu :

  1. DAERAH BADANKUNG MUDIK

Susunan Pemerinthannya di sebut dengan istilah “BARAMPEK BALIMO dengan URANG TUO “ 1( satu ) orang TUO sebagai mewakili  rajo yang bergelar RAJO YAMAN dari suku sukumbang ia di damping 4 orang penghulu oucuk dari suku nan empat Yaitu:

  1. DATUAK RAJO BAGINDO dari Kampai SAWAH Dalam
  2. DATUAK TAN LARANGAN dari melayu tangah
  3. DATUAK RAJO BATUAH dari Panai Lundang
  4. DATUAK RAJO KAYO dari Sikumbang
  5. DATUAK KANDO MARAJO dari caniago
  6. Dari Suku Jambak tidak ada

Selain dari 4  orang penghulu pucuk, juga di bantu oleh penghulu Suk/Sandi/Manti yang di sebut dengan istilah “Barampek Balimo dalam Adat “

  1. Penghulu dari suku Kampai Buah Lambung :
  2. Didalam Kampai sawah laweh, bergelar DATUAK RAJO BINTANG
  3. Dalam kampai tangah begelar DATUAK BANDARO HITAM, MANATI ADAT………………………..
  4. Dalam Kampai NIur Gading tidak ada,……………………..
  5. Dalam Kampai Bendang tidak ada,………………
  6. Penghulu dalam suku Melayu Empat Ninik :
  7. DalamMelayu tangah, bergelar DATUAK SATI, Andiko / Sandi……………….
  8. DalamMelayu Durian bergelar DATUAK NAN KODO RAJO,manti adat,-----
  9. Dalammelayu bariang tidak ada,…………………….
  10. DalamMelayu Koto Kaciak tidak ada,…………………..
  11. DAERAH BADAKUANG HILIR

Daerah Badakuang Hilir terbagi dua yaitu : Limbur pasang Hilir.

  1. LIMBUR PASANG MUDIK

Pemerintahanmempunyai istilah ‘ BARAMPEK BALIMO DENGAN RAJO ‘

Yang artinya pemerintahn di lakukan oleh empat orang penghulu pucuk dari suku Nan Ampek, dengan pucuk pimpinanya adalah  :

  1. Dalam Suku Kampai Tangah, bergelar DATUAK RAJO HITAM
  2. Dalam Suku malayu Empat Niniak :
  1. Dalam melayu Bariang, begelar DATUK SAMPONO BATUAH.
  2. Dalam melayu Durian Bergelar DATUAK TAN LARANGAN
  1. Dalam Suku Panai bergelar DATUAK PUTIAH
  2. Dalam Suku Tigo Lareh bergelar dengan
  1. Dalam Suku Jambak Bergelar DATUAK TAN MAJO LELO
  2. Dalam Suku Caniago bergelar DATUAK GADANG / DATUAK RAJO JOHAN
  3. Dalam Suku Si kumbang bergelar DATUAK SAMAD DI RAJO

Dan di bantu oleh Penghulu Andiko ( Sandi Penghulu ) dari suku Nan Ampek Yaitu.

  1. Dari Suku Kampai Niur Gading dengan gelar DATUAK RAJO KAMPAI
  2. Dari Suku Kampai Sawah Laweh, tidak ada di daerah ini
  3. Dari Suku Kampai Tangah, tidak di daerah ini
  4. Dari Suku Bendang,tidak ada di daerah ini

Dari Suku Melayu :

  1. Dari suku melayu tangah yaitu DATUAK RAJO JALIL
  2. Dari Suku Melayu DURIAN Yaitu DATUAK RANG BATUAH GUNUNG AMEH
  3. Dari Suku Melayu Bariang yaitu DATUAK BANDARO PANJANG
  4. Dari Suku Melayu Koto Kaciak yaitu DATUAK RAJO LELO

Dari Suku Panai :

  1. Dari Suku Panai Tangah yaitu DATUAK RAJO  ALAM
  2. Dari Suku Panai Lundang yaitu DATUAK KAYO
  3. Dari Suku Tanjung yaitu DATUAK BANDARO PANAI

Dari Suku III Lareh

  1. Dari Suku Sikumbang yaitu DATUAK RAJO INDO
  2. Dari Suku Jambak DATUAK RAJO BAGAMPO
  3. Dari Suku Caniago Yaitu DATUAK PATIH

Penghulu dalam Suku Panai Tigo Ibu :

  1. Dalam Panai Tangah bergelar DATUAK MALINTANG PANI
  2. Dalam Panai LUNDANG bergelar DATUAK MANIKAM SATI,manti adat,…………
  3. Dalam Panai Tanjung tidak ada,………………..

Penghulu dalam Suku Tigo Lareh :

  1. Dalam sikumbang bergelar DATUAK RAJO INDO, Andiko/Sandi,……………..
  2. Dalam Caniago bergelar DATUAK KANDO MAHARAJO, manti adat,……………….
  3. Dalam Melayu Bariang tidak ada,………………….
  4. Dalam Suku jambak tidak ada,…………

Kemudian untuk istilah “ BARAMPEK BALIMO DALAM SYARAK “

  1. Ulama dalam Suku Kampai:
  1. Dalam Suku Kampai Tangah, bergelar MALIN MANDARO
  2. Dalam Suku Panai Tangah bergelar MALIN KARAJAN
  3. Dalam Suku Melayu Bergelar MALIN SUTAN
  4. Dalam Suku Caniago bergelar PETO SARI
  1. Ulama dalam Suku Kampai Empat Buah lambung :
  1. Dalam Kampai Sawah Laweh, bergelar DATUAK RAJO BINTANG
  2. Dalam Tengah bergelar DATUAK BANDARO HITAM, Manti Adat,………
  1. Ulama dalam Melayu empat Niniak :
  1. DalamMelayu Tangah,bergelar DATUAK SATI
  2. Dalam Durian bergelar DATUAK NAN KODO RAJO,Manti adat,………….
  1. Penghulu dalam Suku Panai Tigo Ibu :
  1. Dalam Panai Tangah, bergelar DATUAK MALINTANG PANAI
  2. Dalam Panai Lundang bergelar DATUAK MANIKAM SATI, Manti adat,………….
  1. Penghulu dalamSuku Tigo lareh :
  1. Dalam Bergelar DATUAK RAJO Indo, Andiko, /Sandi,…………….
  2. Dalam Caniago bergelar DATUAK KANDO MAHARAJO,manti adat,…………

Karena adat sudah bersandi syarak , maka kehadiran para ulama di kenal dengan istilah “ BARAMPEK BALIMO SYARAK” yaitu :

  1. Dari Suku Melayu begelar IMAM MARAJO
  2. Dari Suku Kampai tidak ada
  3. Dari Suku Panai bergelar IMAM BATUAH
  4. Dari Suku III Lareh
  5. Imam Saidi Dari Jambak
  6. Imam Sampono Kayo dari Caniag
  7. LIMBUR PASANG HILIR

Pemerintahannya mempunyai Istilah BARAMPEK BALIMO DENGAN RAJO “ yang artinya pemerintahan dilakukan oleh empat orang penghulu dari Melayu buak paruik dengan semua itu di sebut Kampung Dalam

Penghulu – penghulu tersebut sama kedudukannya dengan penghulu pucuk yaitu :

  1. Dalam Paruik BANDARO,bergelar BANDARO ALAM.
  2. Dalam Paruik BAGINDO ,bergelar BAGINDO ALI
  3. Dalam Paruik SUTAN bergelar SUTAN SARIPADO
  4. Didalam PARUIK IMAM SAMBAH bergelar BAGINDO RAJO

Dan dibantu oleh ulama yang di sebut kaum syarak yaitu

  1. Dalam Paruik BANDARO,bergelar KHATIB BANDARO
  2. Dalam Paruik BAGINDO ,bergelar KHATIB BAGINDO
  3. Dalam Paruik SUTAN bergelar KALI BERAHIM / KALI RAJO
  4. Didalam PARUIK IMAM SAMBAH

SUSUNAN RAJO – RAJO /KEPALA NAGARI / WALI NAGARI AMPING PARAK

  1. TUANKU NANBAGOMBAK PUTIAH dari Paruik SUTAN,yang bergelar TUANKU BAGINDO BESAR, berkubur di bukit Gombak, Ujung bukit Gitan
  2. TUANKU DISAMBAH dari paruik SUTAN yang bergelar TUANKU BAGINDO SUTAN BESAR berkubur di Bukit Tarok
  3. TAN NALIM /TUANKU NAN SONSANG berkubur di bukit Tarok
  4. DUMIN,gelar TAN PIAMAN bersal dari Suku nan Ampek
  5. SUTAN JOLANG gelar TUANKU BAGINDO SUTAN BESAR dari Paruik Sutan Juga, di panggil dengan TUANKU HITAM,berkubur di bukit Rubiah
  6. GANDO ALAM dari Paruik Bandaro, bergelar TUANKUBANDAROLELO ALAM, berkubur di Koto Baru dekat tapian sasek
  7. Sebagai Wakil, NADU bergelar RAJO KUASO, berkubur di Pasar Lamo
  8. BAGAK / SUTAN HIDAYAT bergelar MARAH BATUAH, dari suku caniago,berkubur di PasarAmping Parak
  9. SUTAN BESAR bergelar TUANKU BAGINDO Sutan BESAR berkubur di Pasar Amping Parak.
  10. SUTAN JIMAT,bergelar TUANKU BAGINDO SUTAN BESAR ,berkubur di Balai Lamo
  11. MARAH JANUN, bergelar DATUAK SAMPONO NAN BATUAH dari suku Melayu bariang,mati dan di kubur di Padang
  12. Wakil Kepala Nagari,atap gelar BAGINDO ALI, menjalankan Pemerintahan sementara menunggu pengangkatan yang syah pucuk pinpinan baru
  13. MOHAMMAD SAHUR, bergelar TUANKU BANDARO LELO ALAM, Rajo terkhir pada tahun 1946 Pemerintahan Wali Nagari

Setelah kemerdekaan sietempemerintahan Nagari di Sumatera Barat di sergamkan, disebut Wali Nagari, sebagai kepala Pemerintahan Nagari dan di bantu oleh kepala kampung.

SUSUNAN WALI NAGARI AMPING PARAK MULAI TAHUN 1946

  1. SAMAR IDRIS bergelar MALIN SULEMAN,Caniago adalah Wali Nagari Pertama
  2. ILYAS THAHAR Bergelar MALIN RAJO Suku melayu
  3. KAJAI gelar TAN PARIO,suku Panai
  4. ILYAS THAHAR begelar MALIN RAJO suku melayu
  5. KHATIB RAHMAN
  6. DJINIR Gelar Rajo Putih
  7. KHATIB RAHMAN
  8. BUYUANG GADANG RAJO JOHAN
  9. YUSMAN YUSUF
  10. MILUS
  11. BUSTAMI

Kemudian sesuai peraturan pemerintah Nomor 32 Tahun 2002 tentang daerah otonmi ,maka masyarakat bersama tokoh – tokonya bersama – sama menyatakan sikapmelakukan pemekaran wilayah menjadi 2 wilayah pada tahun 2009  yaitu : Nagari Amping Parak Timur . Untuk Nagari Amping Parak di bagi kedalam enam Kampung yaitu Kampung Alai, Pasar Amping Parak, Padang Tae, Ujung Air, Padang Lawe, Koto Tarok. Selama masa pemekaran, sebelum dipilinya Wali Nagari depenitif, maka untuk sementara Pemerintahan Nagari Amping Parak di pimpin oleh Pejabat Sementar (PJS) yaitu HABIL RIVA’I yang diangkat oleh pihak Kecamatan .Pada Hari Jum’at tanggal 15 januari 2010 di lantik lah Wali Nagari terpilih Yaitu Ir.BUSTAMI Yang bersal dari dari pemilihan suara terbanyak masyarakat yang berasal dari suku caniago.

Dengan lahirnya perda provinsi Sumatera Barat nomor :09 tahun 2000 tentang pokok-pokok pemerintahan Nagari serta ditindak lanjuti dengan Perda Kabupaten Pesisir Selatan Nomor 17 tahun 2001 tentang pokok-pokok pemerintahan Nagari (yang di perbaharui melalu perda Kabupaten Pesisir Selatan nomor : 08 tahun 2007), maka berubahlah bentuk pemerintahan terendah di Provinsi Sumatera Barat dari pemerintah Desa menjadi Pemerintahan Nagari.

 


Comments



Kirim Komentar