Mahasiswa KKN Unand Ajak Warga Ampiang Parak Kecamatan Sutera Buat Pestisida & Herbisida Nabati dan Edukasi Gizi Hasil Ternak ke Anak Sekolah
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Andalas menggelar program kerja Penyuluhan Pertanian dan Peternakan di Nagari Ampiang Parak, Kecamatan Sutera. Kegiatan ini terdiri dari dua rangkaian utama, yaitu demonstrasi pembuatan pestisida dan herbisida nabati bagi ibu-ibu PKK, serta penyuluhan gizi hasil ternak kepada siswa sekolah dasar dan menengah pertama di wilayah tersebut.
Program kerja ini dijalankan oleh kelompok KKN yang beranggotakan 20 mahasiswa, terdiri dari 10 mahasiswa laki-laki dan 10 mahasiswa perempuan, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. dr. Siti Nurhajjah, M.Si.Med. Pemilihan program ini tidak lepas dari hasil pengamatan mahasiswa terhadap kondisi dan potensi wilayah setempat. Nagari Ampiang Parak merupakan salah satu nagari di kawasan pesisir pantai Kabupaten Pesisir Selatan, dengan mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan peternakan. Selain menanam berbagai komoditas pertanian, banyak warga yang juga memelihara ternak sebagai sumber penghasilan tambahan maupun kebutuhan pangan sehari-hari. Kondisi geografis pesisir yang subur turut mendukung keberlangsungan dua sektor ini sebagai tumpuan ekonomi masyarakat setempat.
Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN menilai penting untuk menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan warga, baik dari sisi peningkatan kualitas hasil pertanian melalui penggunaan bahan alami yang ramah lingkungan, maupun dari sisi penguatan pemahaman generasi muda terhadap manfaat produk peternakan. Program Penyuluhan Pertanian dan Peternakan pun dirancang sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut, dengan sasaran yang mencakup ibu rumah tangga sekaligus anak-anak usia sekolah.
Demonstrasi pembuatan pestisida dan herbisida nabati dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2026, bertempat di Taman Toga Nagari, kediaman Ibu Herna di Kampung Ujung Air. Sebanyak 15 ibu-ibu PKK turut hadir dan mengikuti jalannya demonstrasi. Kegiatan ini juga mendapat perhatian langsung dari unsur pemerintahan setempat, ditandai dengan kehadiran Camat Kecamatan Sutera dan Wali Nagari Ampiang Parak yang turut menyaksikan proses pembuatan. Kehadiran kedua pejabat tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya mahasiswa dalam mendekatkan solusi pertanian ramah lingkungan kepada masyarakat.
Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa memperkenalkan dua jenis olahan berbahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Pestisida nabati dibuat dari umbi bawang putih, minyak sayur, deterjen, dan air, dengan bantuan alat sederhana seperti blender, saringan, wadah, dan botol semprot. Sementara itu, herbisida nabati diracik dari campuran air kelapa tua, bawang putih, ragi tape, dan EM4 pertanian yang difermentasi dalam jerigen atau wadah tertutup. Kedua bahan ini dipilih karena mudah didapatkan di lingkungan sekitar rumah warga, sehingga tidak membutuhkan biaya besar maupun akses ke toko pertanian yang jauh dari nagari.
Salah satu peserta, Ibu Herna, membagikan pengalamannya setelah mencoba langsung hasil pestisida nabati tersebut. Ia menyampaikan bahwa larutan tersebut cukup efektif mengusir hama semut dan ulat yang kerap mengganggu tanaman miliknya. Waktu pembuatan pestisida yang relatif singkat dibandingkan herbisida turut memungkinkan hasilnya untuk langsung diujicobakan di lahan pada hari yang sama. Pengalaman Ibu Herna ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa bahan-bahan alami di sekitar rumah dapat diolah menjadi solusi pertanian yang praktis sekaligus terjangkau bagi warga.
Selain menyasar kelompok ibu-ibu, program kerja ini juga menjangkau generasi muda melalui penyuluhan di dua sekolah, yaitu SD 03 Pasar Ampiang Parak dan SMP 02 Sutera. Berbeda dari kegiatan pembuatan pestisida dan herbisida, penyuluhan sekolah ini dilaksanakan pada waktu terpisah. Di SD 03 Pasar Ampiang Parak, penyuluhan berlangsung dua kali, yaitu pada 24 Juli 2026 untuk siswa kelas 2 dan 29 Juli 2026 untuk siswa kelas 3. Adapun di SMP 02 Sutera, kegiatan dilaksanakan pada 27 Juli 2026 untuk siswa kelas 7 dan 28 Juli 2026 untuk siswa kelas 9.
Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya mengonsumsi produk hasil peternakan yang mudah didapatkan, seperti telur dan susu, sebagai sumber gizi harian. Anak-anak diajak memahami perbedaan antara makanan yang bermanfaat bagi tubuh dan makanan yang kurang sehat, sehingga diharapkan mampu membuat pilihan yang lebih baik sejak dini. Pemahaman ini penting ditanamkan sejak usia sekolah dasar dan menengah pertama, mengingat pola makan yang terbentuk di masa kanak-kanak cenderung terbawa hingga usia dewasa.
Mahasiswa juga menjelaskan cara sederhana merawat hewan ternak serta manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari, dengan tujuan menumbuhkan kesadaran dan kedekatan anak-anak terhadap dunia peternakan. Mengingat banyak orang tua siswa yang bekerja di sektor peternakan, pemahaman ini juga diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi anak-anak terhadap pekerjaan orang tua mereka, sekaligus membuka wawasan bahwa dunia peternakan memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
Penyampaian materi di sekolah dikemas melalui presentasi interaktif, permainan edukatif, sesi tanya jawab, serta penggunaan media visual seperti poster dan alat peraga. Pendekatan ini dipilih agar anak-anak lebih mudah memahami materi sekaligus tetap merasa antusias mengikuti kegiatan hingga selesai. Metode yang variatif ini juga menjadi strategi mahasiswa untuk menyesuaikan cara penyampaian dengan karakter anak usia sekolah dasar dan menengah pertama yang cenderung lebih mudah menyerap informasi melalui aktivitas yang menyenangkan dibandingkan metode ceramah satu arah.
Melalui rangkaian program kerja ini, mahasiswa KKN Universitas Andalas berharap masyarakat Nagari Ampiang Parak, baik dari kalangan ibu rumah tangga maupun anak-anak usia sekolah, dapat memperoleh manfaat jangka panjang. Penggunaan pestisida dan herbisida nabati yang telah diperkenalkan diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan diimplementasikan oleh warga sebagai salah satu alternatif pengganti pestisida kimia dalam kegiatan bertani sehari-hari. Dengan bahan yang mudah didapat dan proses pembuatan yang sederhana, harapannya warga dapat secara mandiri melanjutkan praktik ini bahkan setelah program KKN berakhir.
Sementara itu, dari sisi penyuluhan sekolah, mahasiswa berharap program ini dapat memotivasi anak-anak untuk lebih menyukai dan mengonsumsi produk-produk peternakan yang menyehatkan, sekaligus memperkaya wawasan mereka mengenai dunia peternakan secara umum. Dengan pemahaman yang ditanamkan sejak dini ini, diharapkan tumbuh generasi muda Nagari Ampiang Parak yang tidak hanya memiliki pola konsumsi yang lebih sehat, tetapi juga memiliki kedekatan dan apresiasi terhadap potensi lokal daerahnya sendiri, khususnya di sektor pertanian dan peternakan yang selama ini menjadi tumpuan hidup sebagian besar masyarakat setempat.
Mahasiswa KKN Gelar Rangkaian Edukasi Kesehatan di Nagari Amping Parak
Hari Magrove Sedunia
Mahasiswa KKN Unand Bersama Ibu-Ibu PKK Nagari Amping Parak Wujudkan Taman TOGA di Kampung Ujung Air
Profil Wilayah Nagari
Profil Potensi Nagari